www.batakweddingservice.com

Melayani Pernikahan Anda dengan Sepenuh Hati

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday93
mod_vvisit_counterThis week364
mod_vvisit_counterLast week476
mod_vvisit_counterThis month1612
mod_vvisit_counterLast month23154
mod_vvisit_counterAll days69431

We have: 2 guests online
Your IP: : 184.73.85.45
 , 
Today: Juli 24, 2014
Chatting Online
Tinagam Siallagan

Marhata Sinamot

Marhata sinamot adalah peristiwa adat untuk merundingkan sinamot (mas kawin). Rombongan paranak terdiri dari orang tua pangoli dan kawan semarga, boru, dan tulang pangoli jika diperlukan, mendatangi rumah pihak oroan dengan komposisi yang sama termasuk tulang oroan yang kehadirannya wajib. Inilah representasi yang baku dan memenuhi persyaratan marhata sinamot. Kecenderungan mengikutsertakan aras hulahula lain di luar tulang bukanlah keharusan adat. Mereka bukan parjambar na gok atau parjambar di jabu, melainkan diserahkan di halaman pada pesta pernikahan.

Marhata sinamot akan dimulai dengan penyerahan pinggan panungkunan apabila diselenggarakan bersamaan dengan pesta pernikahan yang umumnya dilaksanakan di Jakarta sekitarnya. Jika dilaksanakan terpisah, pinggan panungkunan tidak diperlukan karena tidak terpisah dari fungsi parsinabul dalam pesta pernikahan. Pinggan panungkunan berisi 4 lembar uang kertas, boras si pir ni tondi, dan daun sirih 3 atau 5 lembar, kadangkala ditambah sepotong daging. Pihak oroan menerima pinggan panungkunan disertai suatu ungkapan yang menyatakan penerimaan atas pinggan panungkunan tersebut. Parsinabul pihak oroan akan mengambil 3 lembar uang kertas dan membaginya dengan sesama kawan semarga. Kemudian pinggan tersebut dikembalikan dan berubah nama menjadi pinggan pangalusi.

Sebenarnya marhata sinamot merupakan tahap penentuan dalam pernikahan. Disinilah pihak pangoli dan oroan menjalin kesepakatan tentang tata cara pernikahan yang akan dilaksanakan serta wujud hak dan kewajiban masing-masing. Oleh karena simpul-simpul kesepakatan telah dirumuskan ketika patua hata/marhusip, maka proses marhata sinamot akan berjalan mulus. Seusai marhata sinamot, pihak pangoli akan memberikan pasituak na tonggi kepada semua anggota rombongan pihak oroan.

Sebagaimana disebutkan di atas, umumnya di Jakarta sekitarnya, marhata sinamot diselenggarakan bersamaan dengan hari pesta unjuk (pernikahan) setelah pengantin menerima peneguhan pernikahan dan berkat di gereja. Perlakuan ini sebenarnya kurang tepat menurut urut-urutan adat pernikahan dan menimbulkan kerisian bagi yang mengerti adat yang benar. Marhata sinamot sebaiknya dilaksanakan sebelum pesta pernikahan yang pasti dapat menghemat waktu pesta pernikahan. Format acara dengan menyatukan acara patua hata/marhusip dengan marhata sinamot dapat dipertimbangkan.

Sumber:
Doangsa P. L. Situmeang: Dalihan Natolu Sistem Sosial Kemasyarakatan Batak Toba

Terakhir Diupdate (Jumat, 08 Juli 2011 05:57)

 
IMG_3369-1.JPG
Marketing Office

Tinagam Siallagan, ST, MBA

Jl Madukara No 21A, Jakarta Timur-13750

Tel: 021-8088 7786, 0812 8419 7257, 0857 7980 1516

Email: tinagam_siallagan@yahoo.com